Karna penasaran, imam abu hanifah bertanya langsung kepada si anak kecil tersebut perihal apa yang dia tangisi.
Si anak menjawab: wahai imam abu hanifah, tinggalkan aku dan keadaanku ini (jawaban penuh yakin dan terlihat raut wajah serius)
Imam abu hanifah tetap menunggu sehingga Si anak kecil tersebut akhirnya mengatakan kepadanya,
فَاتَّقُوۡا النَّارَ الَّتِىۡ وَقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ ۖۚ اُعِدَّتۡ لِلۡكٰفِرِيۡنَ ٢٤
“maka takutlah kalian dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu yang disiapkan untuk orang kafir” QS. Al-Baqarah: 24
Imam abu hanifah berkata kepada si anak kecil tersebut “benar, akan tetapi dirimu wahai anakku sayang masih kecil (belum baliqh) dan ayat ini tidak mengatakan perihal dirimu.
Apa jawaban si anak kecil ini ?
Anak kecil: bukankah kita wahai imam jika ingin menghidupkan api unggun maka haruslah kita memulai dengan ranting kecil sebelum kayu yang lebih besar.Setelah mendengar jawaban si anak kecil tersebut, maka tersentaklah batin imam abu hanifah kemudian dia sampaikan kepada jamaahnya
Abu hanifah: demi Allah, bahwanya dia (si anak kecil tersebut) ketaqwaannya kepada Allah lebih besar dariku.
Semoga tulisan ini menumbuhkan rasa takut kita kepada Allah sehingga memotivasi diri untuk kembali ke jalan lurus dan beramal sholeh kepada Allah ta’ala, Amin
source akhawat.islamway.net
Akhukum Atri yuanda

