makna as-sholihat surat an-nisa ayat 34

makna as-sholihat surat an-nisa ayat 34

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Makna as-sho’lihat pada surat an-nisa [4] : 34 dalam kitab tafsir menjelaskan bahwasanya “seseorang yang istiqomah diatas agama dan melakukan kebaikan” ungkapan ini dikemukakan oleh imam thabrani pada kitab tafsirnya dari abu jafar.

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh imam thabrani, bahwa tidak ada kebaikan tanpa ada keistiqomahan dalam agama dan tidak ada kebaikan tanpa diiringi pengamalannya sehingga kebaikannya terdapat cacat didalamnya.

Al-fakh rurrazi Penulis tafsir AL-kabir menjelaskan definisi as-sho’lihat secara terperinci, beliau katakana bahwanya didalam kalimat tersebut terdapat 2 hal yang harus dipahami, yaitu qhonitat (perempuan yang taat kepada ALLAH) dan hafizhat li al-qhaib (perempuan-perempuan yang memenuhi hak-hak suaminya).2 hal ini yang terdapat pada wanita sholihah, yang mana dia memenuhi hak-hak ALLAH dan hak-hak suaminya diatas koridor yang mubah dan tidak memaksiati ALLAH ta’laa dan rasulNYA

Jadi, kesimpulan pesan pada kalimat tersebut yang terdapat dalam ayat 34 pada surat an-nissa, ialah tentang sikap wanita sholihah ketika suaminya tidak ada dirumah, diantaranya

  1.  Menjaga diri untuk tidak melakukan zina, sehingga suami tidak mendapatkan aib atas perzinaan yang dilakukan oleh istrinya.
  2. Menjaga harta suami dari penggunaan atau pembelanjaan dari sesuatu yang tidak memiliki manfaat didalamnya dan pemborosan
  3. Menjaga rumah dari hal-hal yang tidak semestinya

خير النساء من إذا نظرت إليها سرتك، وإذا أمرتها أطاعتك، وإذا أقسمت عليها برتك، وإذا غبت عنها حفظتك في نفسها ومالك

Rasullullah shallallahu a’lahi wassalam bersabda “sebaik-baik perempuan adalah istri yang jika kamu melihatnya, ia akan membahagiakanmu; jika kamu menyuruhnya melakukan sesuatu, ia akan menaatimu; dan jika kamu pergi, ia akan menjaga harta dan harga dirimu” HR. Ibnu jarir