bismillah pada hari ahad di malam ke 19 ramadhan tahun 1447 Hijriah, di malam itu mencoba suasana lain shalat tarawih di salah satu masjid tempat saya berdomisili.
shalat tarawih kali ini perdana di mesjid tersebut yang ternyata setelah kajian singkat bada isya dilanjutkan dengan shalat tarawih yang saya ikuti sampai selesai witir bersama imam sebanyak 23 rakaat.
Pelaksanaan shalat tarawih yang saya dapati pada mesjid tersebut
- imam shalat yang sudah cukup tua
- rakaat pertama selalu dibaca surat alqadar setelah alfatihah
- bacaan surat agak cepat
- gerakan shalat masih ada tumaninah
- 23 rakaat, 20 tarawih + 3 witir
- ada dzikir khusus setiap selesai 2 rakaat
- pada saat akan masuk rakaat ke 9, jamaah awalnya 5 shaf berkurang menjadi 2 shaf, sebagian mereka memilih shalat witir sendiri sendiri.
- witir dengan 2 kali salam yaitu 2 rakaat membaca surat al-a’laa dan alkafirun lalu salam, 1 raka’at membaca 3 kul lalu salam
- ditutup dzikir dan doa bersama.
catatan pribadi menurut pandangan saya
- tidak mempermasalahkan jumlah rakaat tapi sebaiknya imam dan tamir masjid melihat maslahat mana yang lebih besar
- prioritaskan imam yang faqih, hafalannya banyak, bacaan tenang, sesuai kaedah tajwid dan merdu lebih baik
- tidak monoton 1 surat saja pada 1 rakaat, jika ada keyakinan harus baca surat tertentu maka harus tegak di atas dalil
- tidak mempermasalahkan kajian singkat menjelang shalat tarawih terkhususnya di mesjid yang jarang ada kajian, mungkin inilah kesempatan membangkitkan semangar ibadah masyarakat awam.
- dzikir tertentu setiap jeda shalat tarawih, adakah dasar dalilnya ?
- shalat bukan mengejar banyaknya rakaat saja lalu melupakan ruh dari shalat itu yaitu ketenangan dan kekhusukan ibadah
- lebih baik 11 rakaat jika target 1 juz yang dibaca dengan tartil, namun jika jamaah tak sanggup makan dikurangi menjadi 1/2 juz atau 1/4 juz
- hindari shalat 23 rakaat jika hanya kejar target selesai dalam waktu singkat 7-13 menit atau lebih dikit.
- selalu koreksi niat dalam ibadah dan usahakan sedekat mungkin dengan sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam
kalau saya pribadi lebih memilih shalat tarawih 11 rakaat termasuk witir.
ibadah sesuai sunnah pasti lebih simple, nyaman dan berkah in sya allah. berikut ini gambarannya
- setelah shalat isya berjamaah, dzikir masing-masing lalu shalat sunnah kemudian berdoa
- waktu jeda diisi dengan membaca alquran.
- setelah sekitar 10 menit dilanjutkan shalat tarawih berjamaah
- format shalat: tarawih 2+2+2+2 lalu witir 3 rakaat
- ada jeda sejenak setelah rakaat ke 4 dan 8 yang diisi dengan membaca Al-Quran mandiri
- diutamakan imam yang bacaan Al-Quran sesuai kaedah tajwid, hafalan cukup banyak diutamakan hafidz dan merdu.
- bacaan imam yang tartil dan tenang yang melantuankan varian surat atau ayat yang berbeda yang tidak monoton sehingga membantu jamaah lebih khusu’
- gerakan shalat tumaninah
- selesai shalat dilanjutkan kegiatan masing-masing seperti berdoa, mengaji, ngobrol sejenak dengan teman atau langsung pulang.
allahu alam

