Larangan Meratapi Kematian

Larangan Meratapi Kematian

Meninggalnya orang yang dicintai atau orang yang memiliki kedudukan tersendiri dihati yang ditinggalkan, tentunya sudah fitrahnya manusia akan bersedih dan menangis begitu juga Rasulullah shallalallahu alahi wassalam juga menangis dikala meninggal putranya ibrahim.

Diantara perbuatan jahiliyyah yang nabi shalallahu alahi wassalam larang kepada umatnya adalah merobek-robek baju, memukul kepala, memukul dada, menampar wajah, mengunduli rambut, menjambak-jambak, berteriak sekeras-kerasnya, meratap mengharu biru kepada mayat, mengatakan “kenapa tidak aku aja yang mati” dan sebagainya. Semua yang disebutkan merupakan bentuk ketidak terimaan atas kehendak/takdir Allah ta’ala dan juga bentuk ketidak sabaran atas musibah.

Salah satu kesesatan agama syiah adalah melakukan perbuatan jahiliyyah terhadap mayat yang dilarang oleh nabi shallahu alahi wassalam . Menggunakan nama ahlu bait dari garis husein bin aly radhiallahu anhu untuk membenarkan agama mereka, sedangkan ahlu bait nabi termasuk diantara mereka adalah semua istrinya, aisyah ummul mu’minin radhiallahu anha yang mereka laknat dan kafirkan.

bagi yang mempelajari sejarah dan aqidah syiah maka akan mendapati kesamaan terhadap majusi+yahudi+nasrani.
Abu umamah radhiallahu anhu meriwayatkan :

أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم لعن الخامشةَ وجهها و الشّاقةَ جبيها و الدّاعيةّ بالويل و الثبور

“Rasulullah shallahu alahi wassalam melaknat wanita yang mencakar mukanya, merobek-robek bajunya serta berteriak dan berkata: “celaka dan binasalah aku.” (HR.Ibnu Majah, 1/505)

Dan dari Abdullah bin mas’ud Radhiallahu anhu, Rasulullah shallahu alahi wassalam bersabda :

ليس منّا من لطم الخدودّ و شقّ الجيوبَ و دعا بدعوى الجاهليّة

“tidak termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, yang merobek-robek pakaian dan yang menyeru dengan seruan jahiliyyah.” (HR. Bukhari, lihat di fathul bari, 3/163)

Rasulullah shallahu alahi wassalam

النائحةُ إذا لم تتبْ قبلَ موتها تُقام يومّ القيامة و عليها سربالٌ من قطران و درعٌ من جربِ

“wanita yang meratap, jika tidak bertaubat sebelum ia meninggal, kelak pada hari kiamat akan dibangkitkan dengan pakaian dari cairan tembaga dan mantel dari kudis.” (HR. Muslim No.934)

Kenapa wanita kebanyakan melakukan hal tersebut bukan berarti kalangan laki-laki tidak ada, dikarenakan kuatnya perasaan, lemahnya imam dan kurangnya pengetahuan mereka akan aqidah yang benar sehingga jatuh kedalam perbuatan yang Allah ta’ala murkai.

Sumber referensi : dosa-dosa yang dianggap biasa oleh syeikh muhammad shalih al-munajjid