Mengejar kesuksesan abadi
success

Mengejar kesuksesan abadi

nasehat untuk saya secara khusus dan kita semua

ketahuilah, bahwa Kaya dan melarat merupakan ketetapan Allah ta’ala kepada hamba-hambanya, karna kita tak tahu takdir masa akan datang maka bolehkah kita berangan ini kaya, tapi disertai dengan cara usaha yang halal, tekad dan doa.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“sesungguhnya Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum jika hamba tersebut tidak ada usahanya untuk merubah kondisi mereka” QS.arrad: 11

Ayat ini tidak menafikan takdir, bahwanya usaha juga bagian dari takdir. Sering kita mengeluh akan kesulitan ekonomi namun sering juga kita lupa mengaca pada kesalahan diri sendiri. Mungkin bisa jadi Allah ta’ala tidak mengizinkan kita kaya dikarenakan “belum kaya saja sudah berani lalai terhadap perintah Allah ta’ala lantas bagaimana jika telah kaya, bisa jadi kufur nikmat”

silahkan mengejar kesuksesan di dunia dengan tetap berusaha menjaga batasan batasan syariat dan jadikan kesuksesan di akhirat menjadi prioritas karna akhirat jika selamat dari neraka lalu masuk ke syurga maka inilah kesuksesan abadi.

Lalai disini punya cakupan luas seperti: ketika panggilan suara azan berkumandang, kita masih suka mengulur waktu untuk tidak segera hadir menghadap Allah ta’ala.

Diantara kita Jika seorang presiden menyapa kita untuk hadir ke rumahnya, kita akan segera hadir dan berpakaian yg terbaik, Namun ketika Allah menyapa kita untuk hadir ke rumah-rumahNya (mesjid), kita malah bermalas-malas dan berpakaian ala kadarnya.

Apakah presiden lebih mulia dari Allah ta’ala sang pemilik langit dan bumi ?

Renungkanlah, Jangan sampai kita diantara orang-orang yg dimaksud oleh Allah ta’ala dalam surat al-maun 4-5

“celakalah bagi mereka yang sholat, kenapa?

Karna melalaikan waktu sholat (suka mengulur-ulur waktu,tidak berusaha khusyu hatinya dll) sedangkan sholat tepat waktu merupakan amalan fisik yg paling Allah ta’ala cintai [HR.bukhari-muslim]”

Wahai saudaraku, sesungguhnya kita yang butuh kepada Allah ta’ala bukan sebaliknya, namun faktanya, diantara kita punya sikap “Allah ta’ala yg butuh saya sehingga melaksanakan sholat jika maupun dengan hati yang terpaksa bukan dikarenakan suara hatinya yang mengajak”

Kafir dan taatnya kita, itu tidak akan mempengaruhi kerajaan Allah ta’ala. Maka pilihan ada di tangan kita.

Syurga hanya Allah ta’ala berikan kepada orang-orang yang dirahmati Allah ta’ala, namun rahmat Allah itu tidak didapat kecuali dengan iman dan amal sholeh.

Syurga Allah ta’ala itu mahal maka renungilah apa yang telah kita lakukan selama ini?

Neraka adalah ancaman dan temapat kembali bagi mereka yang ingkar akan janji Allah, Allah Al-Hakim memasukkan seorang hamba yang zolim ke neraka bukan karna kesewengan Allah ta’ala, akan tetapi keadilan Allah ta’ala menghukum kezholiman hamba itu sendiri.

Kapan kita sadar ?

Paksakan Mulai sekarang dan jangan tunda karna kematian tidak pernah menunggu anda taubat terlebih dahulu, saat ini kita masih di dunia hanya bisa saling mengingatkan, bahwanya kita mati membawa amal kita masing-masing.

Sadarlah, pada kenyataannya, kitalah yang butuh Allah ta’ala maka bersegeralah menunaikan seruannya. Ingatlah, kaya dan susah itu ketetapan Allah ta’ala Maka berhuznuzhonlah (berprasangka baiklah kepada Allah) takdir baik atau buruk yang sudah berlalu, pada intinya hanya satu yaitu tetaplah dijalan Allah ta’ala.

Kokohkan iman dengan ilmu dan amal sholeh serta keistiqomahan. Semoga kita berjumpa di jannahnya Allah ta’ala. Amien ya robbana