kita sudah melewati pertengahan ramadhan dan didapati di luar sana ada yang mokel sengaja meninggalkan puasa ramadhan, beralasan karena bekerja diterik matahari yang membuatnya dehidrasi dan alasan lainnya.
ada yang berkata : permasalahannya adalah tidak sahur, kenapa tak sahur karna memang sudah berniat tak puasa.
maka yang dilakukan adalah niat dulu puasa lalu usahakan sahur walau hanya segelas air, jika tak sanggup karna takut malah kambuh sakit atau tak bisa kerja lagi maka dibatalkan
atau konsultasi ke dokter jika ada riwayat sakit atau kondisi kandungan bagi wanita hamil
أَیَّامࣰا مَّعۡدُودَ ٰتࣲۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِیضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرࣲ فَعِدَّةࣱ مِّنۡ أَیَّامٍ أُخَرَۚ وَعَلَى ٱلَّذِینَ یُطِیقُونَهُۥ فِدۡیَةࣱ طَعَامُ مِسۡكِینࣲۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَیۡرࣰا فَهُوَ خَیۡرࣱ لَّهُۥۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَیۡرࣱ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya,wajib membayar fidyah,*yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. [Surat Al-Baqarah: 184]
Mereka yang mendapat udzur syar’i yaitu
- wanita haid, hamil dan nifas, (wajib qadha jika sudah lewati masa tersebut, jika tak memungkinkan lagi maka bayar kafarat beri makan fakir miskin
- orang lemah karna faktor usia dan sakit parah yang tak memungkinkan puasa maka cukup bayar kafarat
- safar, namun jika dia sanggup berpuasa maka itu lebih baik
adapun selain mereka maka berusaha semaksimal mungkin berpuasa, apapun kondisinya selagi masih sehat, jika faktor pekerjaan yang berat maka usahakan puasa namun jika ternyata tak kuat di jam 2 siang karna pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan sejenak dan fisik tak memungkinkan lanjut puasa maka batalkan di jam tersebut namun harus ada rasa menyesal karna tak kuat lanjut puasa di hari tersebut bukan malah senang batal puasa, nauzubillah
yang perlu diperhatikan pada diri adalah
- perbaiki niat dalam hati dan selalu perbaharui, karna Allah taala tahu isi hati kita
يَعْلَمُ خَآئِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى ٱلصُّدُورُ ١٩
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada. QS. Al-Qafir 19
إنما الأعمال بالنيّات، وإنما لكل امريء مانوى، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله، فهجرته إلى الله ورسوله، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها، أو امرأة ينكحها، فهجرته إلى ما هاجر إليه
“Amalan-amalan itu hanyalah tergantung pada niatnya. Dan setiap orang itu hanyalah akan dibalas berdasarkan apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya keapda Allah dan Rasul-Nya. Namun barang siapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia niatkan tersebut.”. HR Bukhari Muslim
2. tanamkan kecintaan kepada Allah dengan pembuktian berupa mengerjakan perintahnya
وما تقرَّب إليَّ عبدي بشيءٍ أحبَّ إليَّ مما افترضْتُ عليه» [أخرجه البخاري]
tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-KU dengan sesuatu, lebih aku cintai dari apa yang aku wajibkan kepadanya (untuk dia kerjakan terlebih dahulu). HR. Bukhari
3. berharap pahala dan takut akan azabnya
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ ٤٠ فَإِنَّ ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ ٤١
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya. QS. Annaziat 40-41
