setelah 100 tahun dimulai sejak sekarang
kita semua termasuk karib kerabat dan teman kita atas izin allah akan berada di dalam tanah
dan akan melanjutkan perjalanan yang abadi menjadi nyata di hadapan kita
akan ada yang tinggal di rumah kita orang asing
akan ada yang menggantikan pekerjaan dan mengambil alih harta kita orang lain
mereka tidak akan ingat lagi tentang kita
ketika berlalu 100 tahun, di dalam kegelapan dan keheningan
kelak kita akan berangan angan seandainya jatah umur yang telah berlalu di dunia digunakan untuk perkara yang prioritas
dan mengumpulkan bekal kebaikan, terkhususnya sedekah jariah
2 perkara yang menyedihkan wahai saudaraku muslim
seorang pria yang tak pernah masuk masjid kecuali telah menjadi jenazah
dan seorang wanita yang tidak menutup auratnya kecuali ketika dikafani
sebagian kita mengeluarkan suara teriakan minta tolong
tiada gunanya lagi
sebagaimana Allah taala kabarkan
Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia)
agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan. QS. Al-Mukminun 99-100
dan berkata yang lain
“Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. QS. alfajar 24
oleh karena itu wahai saudaraku muslim
masih ada umur yang tersisa
maka hendaklah kita ambil pelajaran dan berusaha berubah
wahai perjalanan yang panjang
di mulai dari punggung ayah menuju rahim ibu
dari Dari perut ibu menuju permukaan bumi
dari permukaan bumi menuju perut bumi
dari perut bumi menuju hari pembalasan
pada setiap tempat pemberhentian melihat dengan keheranan
pada akhirnya terhentilah perjalanan
menuju ke syurga atau ke neraka
pelajaran berharga untuk saya, untuk anda dan generasi sesudah kita
ya Allah, kami memohon kepada-Mu husnul khatimah
Kita akan menyadari, betapa tidak berharganya dunia ini
