Ringkasan Pengurusan Jenazah

Ringkasan Pengurusan Jenazah

Bismillah, berikut ini ringkasan terkait pengurusan jenazah muslim dan muslimah dari mulai peralatan perlengkapan untuk memandikan dan mengkafani, menyolatkan hingga penguburan jenazah.

Menghadap kiblat ketika :
  • sakaratul maut jika memungkinkan
  • menguburkan jenazah
tidak harus menghadap kiblat ketika :
  • memandikan jenazah
  • mengkafankan
persiapan untuk tim pengkafanan
  • menghamparkan tikar ukuran sekitar 2×2 meter
  • Lapisan pertama dan kedua taburi parfum
  • Lapisan ke 3: letakkan kapas di tengah yang ditaburi kapur barus 1 bungkus kecil tanpa perlu sentuh tangan di atas kapas
  • adapun wanita ada riwayat menjadi 5 lapis untuk badan dan kepala
Memandikan Jenazah
  • Semprot dengan sprai sebelum dimandikan
  • diharapkan hanya yg bertugas memandikan sekitar 5 orang saja untuk memegang, mengangkat badan membalikkan, membasuh, menyiram, memasang kain penutup dan handuk
  • Pakai sarung tangan, celemek dan masker
  • Dekat pemandian harus ada tong sampah
  • letakkan jenazah di atas tempat pemandian
  • kain tutup badan khusus aurat laki-laki dari pusar sampai lutut
  • pakaian jika sulit dibuka maka dipotong lalu ditarik dengan memerengkan badan pelan-pelan
  • Ketika memandikan kasih alas agar ada ruang untuk menggosok punggung, posisi kepala lebih tinggi dari kaki, aliran air dekat kaki
  • Posisi tangan boleh sedekah atau lurus
  • Basuh tangan dahulu sambil dilenturkan
  • Dudukan mayit sambil tekan pelan2 perutnya sambil disiram perut dan bawah perutnya dengan air biasa
  • Cebok dengan tangan kiri, afdholnya keluarga si mayit
  • Potong kuku dan kumis, kecuali kemaluan
  • mandikan mayit dengan air biasa dimulai dari kanan seperti wudhu
  • Wajah cukup celupan air dibasuhkan ke muka pelan2
  • dibasuh dengan air Bidara, kemudian kasih sabun dan sampo
  • Terakhir siram air kapur
  • Siram bolak balik dibantu yg tukang pegang
  • Setelah mandikan, dikasih kain/kapas dicampur wangian yg diselipkan ke tempat keluar kotoran jika khawatir keluar lagi kotoran
  • Yang terpisah dari badan cukup dibungkus kayak ari2 agar tidak menetes darahnya
  • Setelah mandikan dikasih handuk besar menutupkan badan, kemudian setelah itu jika ada kain maka kasih 2 lapis untuk bawah dan atas
Syarat dan ketentuan yang memandikan dan mengkafani
  • muslim
  • berakal
  • mumayyiz (baliqh)
  • amanah/bisa dipercaya
  • paham dan berilmu terkait adab memandikan
  • lebih utama dan berhak yang diberi wasiat tapi harus berilmu
  • sesama jenis kelamin lebih utama kerabat dekat yang paham agama
  • boleh suami memandikan jenazah istrinya atau sebaliknya
  • bayi keguguran dari 4 tahun – usia 7 tahun boleh dimandikan oleh lawan jenis
  • memandikan jenazah sudah mencukupi jika mayit dalam kondisi junub
  • boleh tayamum jika tidak ada air, tidak memungkinkan kena air jasad tercabik cabik atau gosong, jika tidak ada pria ketika mayit pria atau sebaliknya.
Proses Pengkafanan
  • ukuran kain kafan usahakan lebih dari sejengkal untuk kepala dan kaki
  • potong sisi kafan yg sudah disiapkan untuk dijadikan tali pengikat sebanyak 4 tali saja, adapun 1 tali dibagi jadi 2
  • Letakkan di atas kain kafan yg sudah disiapkan/dibentangkan, diletakkan sambil ditarik kain penutup mandi tadi pelan pelan sambil diletakkan kapas di atas badannya
  • Boleh tangan sedekap atau lurus, klu gendut sebaiknya lurus agar kain cukup
  • keringkan rambut, sisir dan kepang 3 jika perempuan
  • Selesai dikafankan sisakan untuk wajah terlihat agar bisa dicium oleh kerabat atau temannya
  • Jumlah tali 3 panjang untuk di tengah dan 2 pendek atas bawah yang diletak dibawah kain kafan lalu diikat jenazah setelah selesai dilipat kain kafan ke mayit
  • Dibawah kain kafan diletakkan terpal yg juga diletakkan kain pengikat terpal nanti dibawahnya diletakkan tandu.
  • Setelah di atas tandu pasang safety lalu di pangku untuk dibawa ke ambulan, masjid dan pemakaman
dishalatkan
  • posisi imam : mayat pria di kepala adapun wanita di tengah
  • 4 takbir: alfatihah, shalawat, doa untuk mayit, takbir ke 4 boleh doa atau diam, salam hadap kanan saja atau boleh kanan kiri
  • usahakan 3 shaf, jika 7 orang maka 1 imam, shaf 1-3 masing masing 2 orang
penguburan
  • usahakan model kuburan lahat, jika tak memungkinkan maka syak (ditengah) dan jika tak memungkinan karna banyak air maka pakai peti
  • Masukkan dari arah kaki kuburan lalu disambut kepala duluan
  • mengucapkan lafadz : bismillah ala sunnati rasulillah, bismillah atau bismillah ala millati rasulillah atau bismillah ala sabilir rasulullah
  • masukkan ke dalam lahat
  • hadapkan ke kiblat
  • Lepaskan semua tali pengikat itu Sunnah dan boleh tidak dibuka
  • letakkan bulatan di setiap sudut badan
  • letakkan kayu penutup
  • turunkan tanah pelan pelan
  • tekan dan padatkan tanah
  • letakkan penanda kepala dan kaki
perlengkapan memandikan
  • sabun/sampo
  • bidara
  • kapur barus
  • jeruk nipis
  • kain pembalut tangan
  • sarung tangan mandi
  • kain sugi
  • kantong sampah
alat memandikan
  • tempat set mandi
  • ember
  • gayung
  • terpal/hijab
  • handuk besar
  • kain panjang
  • selang panjang
  • gunting
  • alat potong kuku
  • sisir
  • scoop medis
  • pengharum ruangan
APD (jika diperlukan)
  • sarung tangan dalam dan luar
  • celemek
  • masker dan face shield
  • sepatu bot
perlengkapan mengkafani
  • kain kafan
  • kapas mayat
  • kapur barus
  • parfum
  • tali pengikat dari kain kafan diambil
  • tikar pandan
  • gunting
catatan
  • tidak dianjurkan menulis nama nisan, ini pendapat jumhur dan ada yg pendapat membolehkan, karna ada keperluan
  • tidak perlu menancapkan bunga, menabur bunga, menyiram air
  • menyiram air boleh jika mengurangi debu beterbangan di atas kuburan seperti di arab saudi
  • adab berdoa menghadap kiblat masing masing, doakan agar Allah alqafur ampuni si mayit dan diteguhkan dalam menjawab pertanyaan malaikat.
  • boleh shalat jenazah bagi yang belum menyolatkan jenazah di kuburan

akhukum atri yuanda