hidup di dunia ini memang ada kalanya ditimpa musibah atau sesuatu yang tidak di sukai, suka tidak suka tetap harus di hadapi. namun seorang muslim hendaklah menteladani nabi shallallahu alahi wa salam dalam menyikapi musibah.nah, berkaitan dengan doa ketika ditimpa musibah ada sebagian masyarakat mengucapkan doa yang disandarkan kepada nabi shallallahu alahi wa salam, lafadznya yaitu
الحمد الله الذي لا يحمد على مكروه سواه
doa ini tidak ada riwayat shahih bersambung kepada nabi shallallahu alahi wa salam, yang benar adalah
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
syaikh ibnu utsaimin rahimahullah berkata dalam tafsir juz amma (hal. 127)
adapun perkataan sebagian masyarakat : الحمد لله الذي لا يحمد على مكروه سواه
maka ini bertentangan dengan apa yang datang dari sunnah, selayaknya mengucapkan sebagaimana Rasulullah shallallahu alahi wa salam ucapkan الحمد لله على كل حال
adapun ucapan الحمد لله الذي لا يحمد على مكروه سواه maka seolah-olah kamu saat itu telah mengumumkan bahwasanya kamu benci atas apa yang telah Allah takdirkan kepadamu, ini tidak pantas di lakukan, seharusnya seorang manusia bersabar atas apa yang telah Allah takdirkan kepadanya berupa keburukan atau kebaikan, karena yang mentakdirkan untuknya adalah Allah azza wa jalla.
dialah Allah Rabbmu (pencipta/penguasa) dan anda adalah hanyalah hamba-Nya, Dialah Pemilik dirimu dan kamu adalah milik-Nya. maka jika Allah yang telah mentakdirkan sesuatu yang buruk kepadamu maka janganlah jengkel namun seharusnya kamu bersabar, dan janganlah kamu marah/kesal di hati, ucapan dan perbuatan, hendaklah bersabarlah dan jalani saja, kejadian yang dihadapi akan menghilang seiring waktu berjalan sebagaimana nabi shallallahu alahi wa salam berkata:
dan ketahuilah bahwasanya pertolongan disertai dengan kesabaran, dan kelapangan disertai dengan kesempitan dan setiap kesulitan ada kemudahan. di shahihkan oleh syaikh albani dalam tahqiq sunan ibnu abi a’shim (315)
Allah azza wa jalla terpuji atas segala keadaan baik itu yang menyenangkan maupun keburukan, karna Dia jika mentakdirkan perkara yang menyenangkan maka itu adalah ujian dan cobaan sebagaimana Allah taala firmankan
dan kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai bentuk ujian. QS. Al-Anbiya: 35
maka jika kamu ditimpakan musibah/keburukan maka bersabarlah karena itu sesungguhnya juga termasuk ujian dan cobaan datang dari Allah azza wa jalla, apakah kamu sabar atau tidak, dan jika kamu sabar dan mengharapkan pahala dari Allah maka Allah katakan:
ditulis oleh Atri Yuanda Elpariamany

